Tags

,

5 sampai 6 Mei 2010 tepatnya saya dan teman- teman BOB melakukan perjalanan ini. Nggak jauh dari Malang sih, cuma ngecamp di Coban Rais. Well, kenapa nggak jauh ? Soalnya ini sebatas kerinduan saya dan rekan BOB untuk menyatu dengan alam. Setelah sekian lama sibuk dengan kesibukan masing-masing dan sudah berpencar di berbagai kota. Sigit di jakarta yang sekarang bekerja di salah satu perusahaan Software milik Jerman, sebagai Manager pula. How lucky he is ? Dan Mr. Kapten udah nikah trus stay di Banten. Zizo udah kerja di PLN, kalo fotografer kita Bang Woko, stay work di Pasuruhan. Sedangkan saya, Weny, dan Inot masih stay di Malang, jaman itu masih pada kuliah n perempuannya pada rada tomboy. hihihi…😉

Well, mini camp kali ini diminta oleh Sigit, karena dia lagi ada free libur dan merasa jenuh sekali dengan rutinitas kota Jakarta. Kita berangkat siang menuju Coban Rais dengan mengendarai sepeda motor.Begitu sampai lokasi, ternyata perjalanan dari tempat parkir cukup jauh. Aiihh,,udah lama g hiking n jalan jadinya brasa rada berat.😉

Begitu sampai di lokasi, berhubung kita acara dadakan, jadinya bawa tenda mini yang cuma muat buat anak kecil sebanyak 5 orang. Semua kontribusi waktu bikin tenda. Trus masak-masak alakadar anak mbolang. Jeng-jeng …

Malam kita putuskan untuk beristirahat, kemudian besok pagi barulah kita berjalan menuju coban Rais. Jauuhhh kira-kira perjalanan 45 menit dengan jalan kaki, track tidak terlalu menanjak, tapi jalan yang masih campuran antara bekas di babat pohonnya, dan jalan yang masih kurang terawat. Ini adalah beberapa potret kondisi perjalanan ke Coban Rais. Yang paling seru adalah saat perjalanan menyusuri sungai, so wonderful.

And here is Coban Rais, setelah jalan jauh and susur sungai, akhirnya touchdown di bawah air terjun Coban Rais. Kalau dari segi pemandangan alam, Coban Rais lebih alami dibandingkan dengan Coban Rondo, tetapi air terjun di sini jauh lebih kecil dan alirannya kurang deras.

Okay,,this is some story about camp time with my travel friend, our BOB yang udah terbentuk sejak SMP. Well ini sebagian kecil perjalanan yang udah kita lakukan. Setiap anggota kita hobi hiking, dan punya kawan-kawan lain yang biasanya diajak berpetualang bersama.Dari berkawan dengan alam, kita bisa belajar banyak hal dan bagaimana cara bersyukur kepada Tuhan. Tak ada kata yang mampu terucap jika raga kita sudah menyatu bersama alam, terlebih lagi saat kita berada di puncak gunung, terasa dekat dengan langit dan melihat daratan yang lebih rendah, that’s wonderful. Jika kita sayang pada alam, maka alam pun akan memberi segalnya bagi kehidupan kita, manusia. So…kehidupan alam bergantung pada keramahan kita dalam merawatnya.

“Nature learn us everything. From nature we can life, so… to get more life in this earth let’s keep our nature. They are life too.”

– cheyuanita –