Tags

, , ,

Senin ini rasa malas menggelayuti hati dan raga saya. Enggan untuk menjalankan seluruh aktivitas yang sudah menanti. Baru saja membuka mata dari lelap sudah ada sebuah pesan masuk dalam ponsel saya. Pesan itu dari Ibu murid les saya yang isinya :

“Mbak, hari ini bisa kasih les kan ? Besok Dana ulangan susulan cukup banyak. Kebetulan today dia ultah, Mbak. Saya lagi diluar kota, biar lebih ramai kalau ada mbak datang meskipun tidak ada acara apa-apa.” 

Oh..ternyata murid saya hari ini sedang berulang tahun. Saya mengiyakan permintaan dari sang Ibu. Dalam hati saya berfikir mungkin karena sang Ibu tidak dapat memberikan waktunya untuk anaknya maka beliau meminta saya untuk menggantikan kehadirannya, karena saya sangat dekat dengan murid saya.

Well, sore hari saat saya tiba di rumah murid saya. Murid saya bersama adiknya dan dua orang pembantunya. Meskipun dia sedang ulang tahun tetapi saya tetap memberi les terlebih dahulu karena besok dia harus menghadapi banyak ulangan. Setelah sesi belajar selesai salah satu pembantunya membeli Blackforest berukuran mini sebagai tanda seremonial dan beberapa fastfood untuk kami makan bersama.

Kita semua melaksanakan seremonial kecil. Menyanyikan lagu ulang tahun, meniup lilin dan potong kue. Murid saya terlihat cukup senang meskipun tak ada orang tuanya yang mendampingi. Selesai acara pembagian kue murid saya heboh mencolek-colekkan cream dari kue tersebut pada wajah kami semua. Karena masih merasa kurang ramai murid saya meminta tepung pada salah satu pembantu. Dia berlari ke halaman depan. Di halaman depan dia sengaja menaburkan tepung ke tubuhnya sedikit demi sedikit. Saya bertanya :

“Dana, kenapa ditabur sendiri ?”

“Abis biar seru, kayak yang diultah biasanya pake tepung sama telor itu loh, Bu. Biasanya kan kalo ada yang ulang tahun kayak gitu. Habis nggak berasa kalo lagi ulang tahun.”

“Ya udah sini, kalo gitu jangan kamu yang ta burin diri kamu sendiri. Sini kasih Ibu, biar ibu yang lempar tepungnya. Siap yah..1 2 3 !”

Kami saling berkejaran heboh dan tertawa lepas. Tubuh kami belepotan tepung. JLEB!! hati saya miris mendengar pernyataan murid saya. Saya tahu dia pasti mengharapkan orang tuanya ada di sana bersamanya. Sadar atau tidak ulang tahun menjadi moment yang paling penting bagi seorang anak. Moment dimana mereka sangat bersemangat menyambut umur mereka yang bertambah satu tahun lagi. Moment ulang tahun membuat mereka merasa lebih dewasa😉

Dia hanya ingin sedikit perhatian lebih dan waktu yang seharusnya bisa diberikan orang tuanya. Dia ingin diperhatikan. Dia membutuhkan kasih sayang tulus untuk menghadirkan sebuah suasana ceria yang tak biasa di hari yang spesial baginya. Guyuran tepung, surprise jail malah membuatnya berkesan.

Kadang kita orang dewasa merasa bahwa hal-hal besar itu akan menjadi lebih bermakna bagi mereka. Mereka nggak selalu butuh iPad, PSP, X Box, dan segala jenis game canggih yang biasa orang tua berikan sebagai ganti perhatian yang tak dapat mereka berikan seutuhnya. Mereka butuh kita paham dunia mereka, paham dunia imajinasi yang kadang sering kita abaikan atau sepelekan. Bahkan terkadang kita sering melarang mereka berimajinasi.

Kita tak memerlukan hadiah yang besar dan mahal untuk memberi kesan istimewa dihari ulang tahun seorang anak, kehadiran kita dan surprise kecil yang kita rancang dengan unik sudah cukup membuat mereka bahagia. Jadi, bisakah kita orang dewasa menghargai moment yang sangat spesial ini bagi anak-anak ?

Save our Childrens

– cheyuanita –